Saya punya sebuah pengalaman yang setelah saya renungkan kembali akhir-akhir ini, saya merasa bersyukur pernah melakukannya. Ini terjadi pada tahun 2018, ketika saya belum mengenal pemrograman sama sekali.
Pada saat itu, saya masih duduk di bangku SMA. Sekolah kami akan mengikuti sebuah event yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri (kalau tidak salah, nama event nya adalah diplofest), dan untuk menghadirinya kami perlu mendaftar melalui website yang sudah disediakan. Pada saat mengisi formulir pendaftaran tersebut, saya melihat salah seorang teman. Dia sedang mencoba membuat akunnya, menulis username dan password. Jika kalian ingat bagaimana proses membuat akun pada website, kalian pasti tau bahwa password yang kita ketik tidak akan ditampilkan apa adanya, melainkan ditampilkan sebagai bintang atau titik. Misalnya, password fikri123 hanya akan ditampilkan sebagai ********. Kurang lebih seperti pada gambar di bawah ini:

Nah, karena satu dan lain hal, teman saya ini ingin melihat lagi apa password yang telah ia ketik. Namun, karena tidak ada tombol reveal password (yang biasanya berupa icon mata), dia kemudian melakukan sesuatu yang membuat anak kecil seperti saya merasa terpukau. Dia meng-klik bagian tertentu pada layar komputernya yang membuka sekumpulan kode aneh, mengeditnya, dan BOOM! password pada halaman login tersebut sudah terlihat sebagai sebuah teks, tidak lagi dalam bentuk bintang atau titik seperti tadi, sehingga dia bisa melihat apa password yang telah dia ketikkan beberapa saat yang lalu. Semuanya terjadi sangat cepat, dan menurut saya, itu keren. Dia terlihat seperti hacker di film-film sci-fi. Saya menanyakan bagaimana dia melakukannya. Tentu saja dia segera menunjukkannya, itu cukup sederhana dan saya bisa mengikutinya. Walaupun sangat mudah, itu tetap terlihat keren. Di mata saya, itu trik hacking yang luar biasa. Kejadian kecil tersebut membuka mata saya terhadap perkembangan teknologi IT. saya berpikir “mau juga ah pelajari yang kayak gini”.
Tak lama setelah itu, pada semester berikutnya, ternyata guru mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di kelas kami membahas materi baru, yaitu pemrograman dengan Pascal dan Visual Basic (VB). Itu adalah momen pertama kali saya terpapar dengan dunia pemrograman. Tentu saja saya sangat excited. Di dalam hati saya berkata, “Ini yang saya cari selama ini!”. Saya ingat betul bagaimana sulitnya mempelajari Pascal. Bahkan untuk menuliskan menjalankan 4 baris kode saja butuh waktu setidaknya 1 jam, karena kesalahan penulisan kode yang saya lakukan. lupakan saja karakter ;, maka kode Pascal saya tidak akan bisa berjalan. Di sisi lain, saya melihat teman-teman saya yang bisa menyelesaikannya hanya dalam 15 menit, membayangkan betapa bodohnya saya membuat saya stress.
Oleh karena itu, setelah pulang sekolah saya langsung searching di Google untuk mempelajari pemrograman menggunakan Pascal. Karena saya tidak punya laptop sendiri, saya mencari-cari cara bagaimana caranya supaya tetap bisa praktek ngoding. Saya kemudian menemukan sebuah aplikasi android bernama “Pascal N-IDE”.

Saya kemudian mempelajarinya sendiri di rumah selama beberapa hari dan langsung mempraktekkannya menggunakan aplikasi tersebut di HP saya. Oh iya, HP itu bahkan bukan HP saya, melainkan HP mama. Saya baru punya HP sendiri pada tahun 2020, jadi sebelum tahun 2020 saya menggunakan HP mama untuk belajar ngoding. Setelah 2 minggu dan kelas TIK dimulai kembali, saya jadi cukup mahir menggunakan pascal :) Bahkan melebihi teman-teman saya yang sebelumnya saya anggap “jago”. Akan tetapi, sayang sekali karena kelas tersebut hanya berlangsung singkat, hanya 5-6 pertemuan. Walaupun begitu, semua ini cukup bagi saya sebagai bekal untuk mengeksplor lebih jauh lagi. Masa kelas 10 saya habiskan untuk mempelejari pemrograman, rasanya candu sekali. Dari eksplorasi di internet, saya mengetahui bahwa ada bahasa pemrograman yang lebih baru, canggih dan modern bernama Python. Setelah “khatam” dengan fundamental Pascal, saya rasa sudah saatnya untuk beralih ke Python. Pendekatan saya tetap sama, searching materi di Google, dan latihan ngoding di HP mama. Saat itu, saya menggunakan aplikasi “Pydroid” untuk bisa ngoding Python di HP.

Selama di SMA, saya begitu bersemangat mempelajari Python dan membuat banyak proyek-proyek kecil (yang beberapa di antaranya sempat saya masukkan ke GitHub 2 tahun kemudian). Beberapa proyek tersebut dapat dilihat di sini. Kemudian, saat kelas 11, saya ingin membuat website sendiri. Kebetulan, karena saya sering belajar Fisika di Khan Academy, saya melihat bahwa mereka juga menyediakan materi belajar pemrograman website secara interaktif. Disana, saya mulai belajar sedikit demi sedikit. Ini adalah screenshot profile Khan Academy saya yang berisi riwayat proyek yang pernah saya kerjakan ketika SMA:


Terlihat receh dan jelek sekali, walaupun begitu saya begitu bangga karena bisa membuat website sendiri, sesuatu yang menurut saya hanya bisa dikerjakan oleh orang yang sangat hebat. Begitu bangga nya hingga saya memamerkannya ke keluarga saya, dan mereka semua memuji dan mendukung saya untuk belajar lebih lagi (inilah pentingnya lingkungan yang baik dan sehat bagi tumbuh kembang anak). Sampai akhirnya saya menerbitkan website pertama saya yang bisa diakses semua orang, bahkan masih aktif hingga sekarang (lihat disini).

Ini adalah website pribadi saya yang masih aktif hingga sekarang, yang menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Namanya “Fikri Notes”, terinspirasi dari website nya Bill Gates, gatesnotes.com. Setelahnya, saya selalu melakukan perbaikan hingga versi kedua nya terlihat sebagai berikut:

Sedikit lebih baik dari sebelumnya. Perbaiki lagi, dan jadi seperti ini:

Saya sering memamerkannya di Instagram. Walaupun jelek, temena-teman dekat saya mengapresiasi dan bahkan mencoba dan memberikan feedback pada setiap fitur proyek baru yang saya kerjakan. Terharu rasanya mengingat bagaimana teman dan keluarga saya mendukung apapun yang saya pelajari (lagi-lagi, sebegitu pentingnya lingkungan yang baik dan sehat). Hingga akhirnya pada masa akhir kelas 3 SMA, saya menyelesaikan pembaruan besar pada website saya, yang sampai sekarang juga masih aktif (lihat disini). Web ini, dan segala proyek yang ada di dalamnya, mulai dari aplikasi penghitung BMI, kalkulator, game, dan sebagainya, saya kerjakan sepenuhnya menggunakan HP.
Barulah setelah memiliki laptop sendiri, saya melakukan update besar-besaran ke website pribadi saya dan membeli custom domain untuknya, yang sekarang bisa dilihat di fikrinotes.com.

Akhir-akhir ini, saya merenungkan apa yang telah saya lakukan selama ini. Dari yang awalnya cuma tertarik karena lihat teman yang seperti hacker, trus mulai belajar pemrograman dengan terbata-bata, bikin website sendiri, bikin game sendiri hingga bahkan sekarang saya bisa bikin model Artificial Intelligence (AI) sendiri, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan bagi saya ketika masih kecil dulu. Saya merenungkan sejauh apa saya telah berkembang, bagaimana rasa penasaran bisa membawa saya sejauh ini, dan bersyukur bahwa saya sudah berani mencoba sesuatu yang bahkan tidak saya pahami sama sekali sebelumnya. Barangkali apa yang disampaikan oleh Coboy Junior di lagu nya, “Terhebat” benar adanya.
“Tak perlu tunggu hebat untuk berani memulai apa yang kau impikan, hanya perlu memulai untuk menjadi hebat raih yang kau impikan”
Lirik ini sepertinya sangat relate dengan apa yang saya alami. Tidak perlu jadi hebat dulu untuk memulai apa yang saya impikan. Saya hanya perlu memulai untuk menjadi hebat seperti yang saya impikan. Ketika membuat game pertama saya, Intergalactic War, saya bahkan tidak tau sama sekali bagaimana caranya membuat game. Saya tidak punya petunjuk sama sekali. Tutorial di Youtube pun terlalu sulit untuk dipahami (kecuali jika saya hanya ingin copy paste project). Akhirnya, yang saya lakukan hanyalah mencoba segala hal yang bisa saya lakukan. Mengeksekusi ide-ide konyol yang saya punya, tetap mengerjakannya walaupun tidak ada jaminan pasti bahwa game ini akan berhasil diselesaikan, hingga saya hampir menyerah dan stop development game ini. Proyek ini terlihat mustahil bagi saya pada saat itu. Akan tetapi, kemudian saya berpikir bahwa game ini terlalu nanggung untuk distop, saya yakin jika saya teruskan, game ini akan selesai. Dan benar saja, 2 hari kemudian, game Intergalactic War ini ternyata selesai dengan baik dan dapat dimainkan. Walaupun terdapat banyak bug dan limitasi lainnya, saya tetap bangga bisa menyelesaikannya. Saya bangga bahwa saya yang tidak tau apa-apa tentang game development ini ternyata bisa menyelesaikan proyek game pertama saya. Benar apa yang dikatakan coboy junior dalam lagu-nya, “hanya perlu memulai untuk menjadi hebat, raih yang kau impikan”.
Sejak saat itu hingga sekarang, saya percaya tidak ada hal yang cukup mustahil untuk dikerjakan jika benar-benar diusahakan. Semuanya hanya masalah waktu dan usaha. Bukankah orang zaman dulu juga menganggap terbang adalah sesuatu yang mustahil dilakukan manusia? Pikirkanlah hal itu ~